https://www.metromini.info/2020/05/bupati-jangan-jadikan-bencana-kebakaran.html
Uswatun Hasanah (Badai NTB).METEROmini/Dok
OPINI - Nampaknya sudah seperti budayanya, Bupati Bima datang Selfie di berbagai bencana yang ada di Kabupaten Bima dengan pencitraan menyantuni korban bencana, bagi amplop dan sembako. Seperti bencana kebakaran yang kemarin terjadi di Desa Ngali, yang menghanguskan 30 rumah warga. Bukan hanya sekali ini, tapi setiap kali terjadi kebakaran di wilayah Kecematan Belo, Bupati hanya bisa datang santuni korban dengan sumbangan, tak terlepas dari sorotan camera untuk mencitrakan diri sebagai Bupati yang merakyat.
Sikap Bupati Bima ini seperti gejala sakit jiwa, ingin mencitrakan diri sebagai pemimpin baik, tapi di sisi lain kerap memperkosa hak-hak rakyat.
Harusnya sebagai seorang Bupati, dengan fenomena bencana kebakaran yang terus melanda Kecamatan Belo hampir 3-5 kali dalam setahun maka sudah menjadi kiblat Bupati untuk menginisiasi pengadaan mobil Damkar untuk ditempatkan di wilayah Kecamatan Belo. Tapi lagi-lagi itu hanya menambah barisan pembiaran yang dilakukan oleh Bupati Bima.
Wilayah Kecamatan Belo khususnya bagian selatan masyarakatnya bermata pencaharian sebagai Petani dan rata-rata mempunyai mesin pompa air dan stok bensin di kolom-kolom rumahnya. Ditambah kondisi rumah panggung yang jaraknya begitu dekat antara rumah warga yang satu dengan yang lainnya. Jadi sangat rentan api menyebar dengan cepat menyisir rumah warga meski dipicu oleh api yang kecil.
Kejadian bencana kebakaran di wilayah Kecamatan Belo hanya menyisakan luka bagi korban dan rasa was-was bagi warga lain. Dan Bupatinya seakan menutup telinga terhadap tuntutan warga untuk pengadaan mobil Damkar. Setiap kali ditanya, jawaban bupati hanya Insya Allah di upayakan. Dan itu berlanjut sampai disisa periode kepemimpinannya.
Padahal, bisa saja Bupati membantu masyarakat Kec. Belo untuk mengadakan mobil Damkar. Apa yang tidak bisa dilakukan? Dana ada kok. APBD I dan APBD II harusnya bisa dipakai. Hanya saja Bupati memang tidak memprioritaskan kesejahteraan masyarakat tapi lebih ke usaha melanggengkan kekuasaan dinasti.
Dan parahnya, para intelektual malah ikut-ikutan mempersembahkan ilmunya untuk diabadikan melayani kekuasaan. Di Kabupaten Bima hanya orang-orang yang punya kemampuan untuk menjadi palsu yang mendapat panggung. Mereka akan sanggup menghilangkan dirinya dan sanggup membungkus bunyi pendapatnya. Mereka sibuk mematangkan diri untuk berpura-pura.
Bagaimana kalian bisa betah dengan pemalsuan diri? Cinta kalian adalah uang, merdeka kalian adalah tidur enak, suara kalian adalah makan gratis, rindu kalian adalah ngopi ala elit.
Cinta kalian tak lagi berarti. uang lagi uang lagi! Hari-hari ini adalah hari dimana IDP berusaha sedemikian keras mempertahankan statusnya sebagai Bupati, karena hari-hari esok adalah ancaman.
Ia khawatir, siapa yang menjamin nasibnya kalau ia tak lagi menjadi bupati? Nasib para pengikutnya serta kurcaci-kurcaci piaraannya yang selama ini ikut serta menikmati berbagi peluang dan sikap korupnya.
Dinda, kenapa kau begitu semangat memenjarakan dirimu? Kau mengisi hari-hari mu dengan berbagai fasilitas dan kenikmatan yang menghasilkan rasa was-was di dadamu setiap saat. Kenapa kau lena merampas masa depan hanya demi memesan tempat bagi ketidakamanan hidupmu.
Aku tidak punya cara lain untuk mencintaimu dan rakyatmu. Aku hanya punya kemampuan mengomelimu dengan diksi. Aku mencintaimu juga mencintai rakyatmu. Aku mencintai rakyatmu dengan mendengar suara hati mereka, tapi aku mencintaimu dengan cara menegur dan mendongkelmu. Rasa cintaku memang pahit rasanya, memekik telingamu, menyayat hatimu tapi menyelamatkan nuranimu.
Sayang, kau tahu rakyatmu pelupa, pemaaf, penyabar, dan pasrah. Mereka bahkan sudah lelah berharap atas tangan kuasamu. Sebab pemelaratan, pembodohan, penindasan, pembutaan dan penulian mu selama ini membuat mereka terbiasa. Rakyatmu sudah hafal. Sudah bukan kejutan lagi bagi mereka ketika kau datang dengan keramahan tingkah laku, kelembutan tutur kata digorong-gorong gang. Mereka akan memaafkanmu lagi, melupakan kejahatan yang kau lakukan dihari yang lalu, mereka akan menyambutmu lagi, menyalamimu dan mendengarkan sumpah dan janjimu lagi. Tapi dibalik itu, mereka menertawakan mu sayang. Mereka menganggapmu bak komika, yang sedang ngelawak dipanggung komedian. Makanya mereka dengan senang hati menonton aksi mu.
Sekali lagi, Bupati jangan jadikan bencana sebagai ajang untuk selfie. Tolong jadilah seorang Bupati, jangan jadi ketua PKK. Hanya bisa bagi-bagi Roa dan Panci, apalagi baru-baru ini bagi-bagi telur busuk. Itu sangat memalukan. Kemana hati nurani sebagai pemimpin? Tunggu aku di persimpangan kiri jalan. (RED)
Penulis: Uswatun Hasanah
Related
Polisi Minta Dokumen K-II yang Ketiga Kali, "Penjabat: Dokumen itu Akan Segera Diserahkan"
Penjabat Walikota Bima, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH. GOOGLE/Image KOTA BIMA - Penyelidikan kasus pengangkatan honorer Kategori Dua (K-II) menjadi CPND di Kota Bima yang berbau kasus dan tengah dit...
Ridwan: Ada Masalah Utang, Keliru Kalau Dikaitkan dengan Rumah Transmigran
Dokumen surat kuasa terkait kepemilikan motor antara Camat Wawo, Ridwan dan Ibu Araimah. METROMINI/Dok KABUPATEN BIMA - Sorotan yang diarahkan kepada Camat Wawo, Ridwan saat dia berdinas di Disnak...
Posting Lama
Pasangan Syafa,ad Menuju Partai Demokrat
Posting Lebih Baru
Yakin Dapatkan Demokrat, Aji Syafru Komit Besarkan Partai
Posting Komentar
FANSPAGE METROMINI
METROMINI VIDEO
Tabs
TerpopulerArsip Blog
Terpopuler
Arsip Blog
-
▼
2020
(700)
-
▼
Mei
(31)
- Data BST Tidak Jelas, Pemuda Tolotangga Segel Kant...
- Kader Nasdem Berbagi di Bulan Suci Ramadhan
- Pemdes Piong Salurkan Bantuan BLT Dana Desa Untuk ...
- Bantuan Covid-19 Tidak Tepat Sasaran, Ratusan War...
- Cegah Penyebaran Covid -19, Pemdes Piong Tutup Obj...
- Stabilkan Harga, BULOG Bima Siapkan 50 Ton Gula Pasir
- Warga Sorot Pembagian BLT Kemensos di Kantor Pos T...
- Prihatin, Korban Puting Beliung di Kale'o Belum Ad...
- Lurah Mande Pasang 3 Portal Untuk Pantau Pendatang...
- Turun di Tiap Desa, Rafidin Serap Aspirasi Warga d...
- Ibnu Hajar Bagi 200 Pake Sembako Untuk Warga di Wera
- GOR Panda Resmi Dilaporkan Ke Kejati NTB
- Segel Kantor Kelurahan Sadia Akhirnya Dibuka
- Tidak Punya Biaya Untuk Berobat, Muhidin Butuh Ba...
- DPD Nasdem Kota Bima Gelar Amal Bakti Ramadhan Law...
- Tinggal di Gubuk, Nenek di Karara Tidak Terdata Ba...
- Di Desa Kowo Sape, Warga Merindukan Pemimpin Seper...
- Data BLT Tidak Tepat, Warga Segel Kantor Lurah Sadia
- Permintaan Mobil Damkar Belum Dipenuhi, Kades Nga...
- Peduli Korban Kebakaran, Aji Syafru dan Ady Mahyu...
- Yakin Dapatkan Demokrat, Aji Syafru Komit Besarka...
- Bupati Jangan Jadikan Bencana Kebakaran Sebagai Aj...
- Pasangan Syafa,ad Menuju Partai Demokrat
- Diduga Merusak Baliho Pasangan Syafa'ad, FI Diamak...
- 20 Rumah di Ngali Terbakar, Warga Kecewa Tidak Ada...
- Tingkatkan Penanganan Covid-19, Kominfo Pasang CCT...
- Dampak Corona, Anggaran di Dinas Kominfo Dipangkas...
- Rafidin Tuding Bupati Sembarangan Kelola Anggaran...
- Lawan Covid-19, IPPD Bagi Ribuan Masker Untuk Warg...
- Banyak Telur Yang Busuk, Bantuan PJS Bima Ramah Di...
- Cegah Penyebaran Covid-19, Pemdes Sandue Perketat ...
-
▼
Mei
(31)
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.