https://www.metromini.info/2019/11/dinilai-arogan-guru-minta-bupati.html
Sekolah SDN 1 Teke. METEROmini/Dok
KABUPATEN BIMA - Sejumlah guru-guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan Sukarela yang mengajar di SDN 1 Teke sepakat meminta kepada pihak yang berwenang untuk segera menyikapi pernyataan para guru ini, hal ini disampaikan oleh beberapa guru yang menilai sikap dari kasek tersebut tidak bisa menunjukan sebagai pucuk pimpinan yang baik dihadapan bawahya.
Seperti yang disampaikan H Geno salah seorang guru setempat mengatakan, selama 3 Tahun kepimpinan kepala sekolah yang berpenampilan Ustad tersebut sering ada masalah dengan guru-guru yang ada disekolah setempat.
"Sudah 3 kali masalah yang terjadi selama dia jadi Kepala sekolah," jelasnya (7/11).
Diakuinya, Selama ini banyak masalah yang terjadi di SDN tersebut, bahkan satu tahun lalu kepala sekolah pernah didemo kelompok pemuda yang ada di Desa Teke tentan keterbukaan informasi.
"Ditahun 2018 kasek didemo oleh sekelompok pemuda desa Teke dengan dalil bahwa kepsek tidak ada keterbukaan renovasi sekolah tahun lalu. Sementara beberapa bulan kemarin membuat kesalahan lagi dengan kejadian yang sangat memalukan yaitu Kepsek tersebut berupaya mengeluarkan kedua guru sukarela gara-gara unsur Politik," ungkapnya.
Ia manambahkan, beberapa minggu lalu, kepsek permasalahkan jam mengajar Guru, padahal guru itu mempunyai setefikat yang jelas.
"Dalam minggu ini kepsek mempermasalahkan jam mengajar guru pada salah satu bidang studi, padahal guru yang itu telah mendapatkan sertifikasi, selama dia jadi Kepsek juga disini sebelumnya tidak pernah ia permasalahkan karena dia tahu bahkan hal itu dia terus yang tanda tangani sertifikasi saya," kesalnya.
Sementara Ibu Opi yang juga dikonfirmasi awak media membenarkan pernyataan Haji Geno bahwa dalam minggu ini kasek terus mempermasalahkan mengenai dirinya yang mengajar bidang studi yang sama.
"Berkali-kali dilakukan rapat membahas persoalan tersebut sampai saling memukul meja dan lainya dalam forum tapi taj kunjung hadirkan solusi,dimana kasek tetap egois mempertahankan pernyataan sendiri,"jelasnya
Opi menjelaskan, kelakuan Kepsek itu mencerminkan seorang pemimpin yang baik untuk bawahan, salah satu contoh, saat guru-guru ingin minta ijin pergi ke hajatan keluarganya tidak pernah diberikan padahal disaat itu tidak ada jam ngajarnya.
"Seperti pernah kejadian kemarin, ada seorang guru yang ijin keluar menjenguk keluarganya yang sakit tapi tidak diijinkan oleh kepala sekolah, tak lama kemudian sang guru harus menerima informasi yang memilukan karena tidak dapat menemani keluarganya saat menghembuskan napas terakhir (meninggal dunia)" kisahnya.
Bukan hanya hanya guru itu saja yang mengeluhkan perilakuka kepala sekolah itu. Tapi, hal sama juga yang di keluh oleh guru-guru lain karna sikap Kasek yang dianggap terlalu arogan terhadap bawahannya. Bahkan dengan kejadian itu, Pak Rifaid yang akrab ibu Ani akan mengancam akan mogok kerja ketika Kepala sekolah masih berada di sekolah setempat.
"Kalau kepala sekolah ini tidak dipindahkan secepatnya maka kami akan mogok kerja," ancamnya.
Dengan kejadian yang sering di keluhkan oleh guru selama ini, Semua guru yang ada di sekolah itu meminta kepada pihak Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima agar memindahkan Kasek itu.
"Pihak Dinas segera Koordinasikan masalah ini kepada kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima untuk cepat memindahkan Kasek ini," tegasnya.
Seruan pemindahan untuk kepala Sekolah itu juga di sampaikan Guru Feo meminta pada kepala daerah untuk memindahkan kasek yang dimaksud, dan bahkan dengan kekesalan selama ini, ia berencana akan membuat baliho untuk digantung didepan pintu gerbang sekolah untuk meminta Kasek itu cepat dipindahkan.
"Jika Kepsek ini tidak juga mau dipindahkan oleh pengambil kebijakan, maka kami akan ajukan permohonan pindah ngajar kesekolah lain," tegasnya. (RED)
Related
Pendidikan
7415230181852616654
Posting Komentar
FANSPAGE METROMINI
METROMINI VIDEO
Tabs
TerpopulerArsip Blog
Terpopuler
Arsip Blog
-
▼
2019
(593)
-
▼
November
(59)
- Pemkab Bima: Pemkot Tak Pernah Meminta Asset Tanah...
- Warga Curhat Ke Komisi I, Bupati Tidak Pernah Kun...
- Soal Jembatan Loka, Anggota DPRD di Hadang Masyara...
- Komisi I Turun Lapangan Cek "So Tengke", BPN Batal...
- Camat Sanggar: BPN Pernah Ditegur, Lokasi "So Teng...
- PJ Kades Piong: Silakan DPRD Turun Lapangan Cek "S...
- KPK Bantu Provinsi NTB Tertibkan 7.848 Aset Berma...
- Kasus Dugaan Malpraktek Dipolisikan, RSUD Bima pun...
- Tanam Pohon Pelindung, Damkar Siapkan 100 Lebih Po...
- Minta Batalkan Sertefikat di Terbitkan BPN, Warg...
- Empat Warga Diciduk Polisi Saat Pesta Narkoba di D...
- Daftar di Partai Golkar, Dahlan Maju Sebagai Calo...
- MK Lapor Balik Perawat Puskesmas Soromandi terkait...
- Launching Pilkada 2020, KPU Kabupaten Bima Tanda D...
- Iswara Terbentuk, Siap Membangun Kabupaten Bima L...
- Demo Penolakan Pasir Besi Wera dan Pembebasan 3 Ak...
- Maju Sebagai Calon Bupati, Aji Syafru Hari Ini Men...
- IDP Daftar di Golkar, Hanura dan PPP Hari ini
- Diduga Melakukan Pelecehan Seksual Pada Perawat, B...
- Soal Lahan RTP Taman Kodo, DPRD Kabupaten Bima Bel...
- Dewan Dari Partai Hanura Ikut Rapimnas Tanpa mengg...
- Wali Kota: Pembangunan RTP Taman Kodo Tak Ada Masalah
- Datangi Komisi 4, FUI Bima Tolak Patung Wane
- Kordinator NsPol NTB: Hentikan Kriminalisasi Aktifis
- Dewan Nilai Eksekutif Cuek Tangani Masalah RTP Tam...
- Kontraktor Taman Kodo Harap Pemkot Selesaikan Urus...
- HMI MPO Desak Wali Kota Tak Kriminalisasi Aktivis ...
- Soal Lahan RTP Kodo Dipersoalkan Warga, Ini Penjel...
- Ipa Suka Beri Bantuan Korban Kebakaran, Pedagang M...
- Sungguh Terlalu! Kakek Cabuli Cucu Sendiri Hingga ...
- Abdul Wahab: Beberapa Saksi Sudah Dipanggil dan Di...
- Komisi I: Mustahil Tidak Ada Masalah Dalam Pengelo...
- Lahan Taman Kodo Bukan Aset Pemkot, "Ketua DPRD: K...
- Diduga Kunci Jawaban Bocor, Peserta Minta Tes Per...
- Kapolda Gelar Sertijab Tiga Kapolres Wilayah Polda...
- Pembangunan Taman Kodo, Pemilik Lahan Ancam Henti...
- Wali Kota: Tak Ada Upacara Hari Pahlawan Hari Ming...
- KNPI Sesalkan Pemkot Bima Tidak Menghargai Hari Pa...
- Terduga Pelaku Pembunuhan di Kecamatan Tambora Ser...
- Maju Sebagai Cabup dan Cawabup, Dahlan Daftar di P...
- Warga di Kecamatan Tambora Ditemukan Tak Bernyawa
- Peras Sujumlah Kepala Sekolah, Oknum Mengaku Wart...
- Ketua Komisi I Minta Bupati Geser Kasek SDN 1 Teke
- Dinilai Arogan, Guru Minta Bupati Pindahkan Kasek ...
- Muncul Fenomena Tremor di Gunung Tambora, Ini Pen...
- Bola Mata Bernanah, Nenek Sita Butuh Uluran Tangan...
- Soal Taman Panda, LP2R Dan Pemilik Lahan Demo DPRD...
- Ady Mahyudi Mendaftar di PAN, H Syafru bisa jadi ...
- Reses di Lingkungan Wadu Mbolo Kota Bima, Anggota...
- Demo di Gedung KPK, GMPK Minta KPK Segera Periksa ...
- Kades Dumu Minta maaf, Postingan Di Akun FB Tid...
- Kasat Reskrim: JJ Bukan Diculik Tapi Diambil Keter...
- Lawyer Johan Jauhari Kecewa Cara Penanganan Polres...
- Puluhan Kali Ajukan Proposal, SMPN 3 Tambora Tidak...
- Kualitas Beras Bulog Bagus, Kadis Sosial Dompu: ...
- Dana Hibah KONI Daerah Termasuk di Bima, Diusut Po...
- Kapal Penumpang Muat Barang Dikeluhkan Kapal Lain
- Hati - hati Dampak Buruk Politik Dinasti
- Pembayaran Tanah Warga Belum Ada Kejelasan, LP2R D...
-
▼
November
(59)
Sahabat metro mini yg budiman sy syamsuddin m.si. penggemar setia dan sangat fanatik dgn metro mini,seluruh berita yg dimuat tdk satupun yg lewati dan sllu sy baca. Trimakasih sdh menyajikan berita2 hangat buat kami masyarakat bima.
BalasHapusMaaf demi kemajuan bersama sy ingin koreksi tentang penulisan kalimat yg benar. Contoh kata karna hendaknya diketik karena.atau sblm dimuat sebuah berita hendaknya disensor dulu." I LOVE METRO" Metro selalu yg terdepan dan terakurat dihati.bravo metro.