Insentif Dibayar Hanya 4 Bulan, OPS Ancam Mogok
Gambar Ilustrasi / Google |
Salah seorang OPS inisial S mengatakan, terhitung sejak bulan Januari hingga April, insentif mereka dibayar oleh pihak Dikbud.
"Insentif kami sebesar rp 150.000 per bulan hanya dibayar 4 bulan saja yaitu mulai bulan januari sampai april 2021," katanya selasa (20/7/2021).
Menurutnya, dari infomasi Dinas terkait, insentif beberapa bulan tidak dibayar, lantaran recovusing anggaran. Tapi kata dia, disisi lain pihak Dinas saat ini menyumbang 2 ekor sapi untuk dua kelurahan.
"Alasan Dinas karena recovusing anggaran, tetapi disisi lain Dinas Dikbud mampu memberikan sumbangan 2 ekor sapi kepada Kelurahan Rite dan Kelurahan Rabadompu barat," akunya.
Ia menyatakan, jika OPS ini serentak melalukan mogok, tidak menutup kemungkinan pihak sekolah akan dirugikan.
"Jika OPS benar- benar mogok untuk tidak melakukan Instal aplikasi Dapodik maupun sinkronisasi data maka kerugian besar yang akan di alami oleh pihak sekolah, antara lain bisa bermasalah biaya dana BOS,dana Bantuan PIP Siswa, dana DAK, dan tunjangan sertifikasi guru," jelasnya.
Ia berharap, permasalahan ini, harus ada perhatian khusus dari Dikbud, jika tidak kedepannya dunia pendidikan akan bermasalah.
"Saya harap DIKBUD membayar insentif OPS dengan benar, dan Intinya jika OPS tidak melakukan sinkronisasi data maka hancur dunia pendidikan Kota Bima," tegasnya
Ditempat terpisah, Ketua Forum Persatuan Operator Sekolah (FOPPSI) Kota Bima, Rudi menyatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan DIKBUD Kota Bima.
"Ia, saya akan mencoba membicarakan dengan Dinas terkait keluhan OPS tersebut," pungkasnya. (RED)
Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.